English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Singo
Photobucket



...WUJUDKAN INDONESIA HIJAU KEMBALI...
KEMBANGKAN KREASIMU-KIBARKAN PRESTASIMU


Senin, 18 Oktober 2010

101 Orang Tewas Akibat Rabies di Bali

DENPASAR (Berita Uptodate) – Serangan anjing gila di Bali sudah menewaskan 101 orang dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Korban terakhir adalah Nyoman Suadi, 50, warga Padangsambian,Denpasar.

Dia sempat mendapat perawatan di ruang isolasi Nusa Indah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Kamis (13/10), tapi keesokan harinya meninggal. Sekretaris tim penanggulangan rabies RSUP Sanglah, Ken Wirasandhi mengatakan, korban sudah dalam kondisi kritis ketika tiba di rumah sakit.“Korban menunjukkan gejala klinis rabies seperti takut air, takut cahaya, dan gelisah,”ujarnya,kemarin. Ken menjelaskan, dari keterangan pihak keluarga,korban pernah memiliki riwayat digigit anjing pada tangan kirinya sekitar setahun lalu.

Namun,korban tidak membersihkan luka gigitan itu. Dia juga tidak meminta vaksin antirabies. Dua hari sebelumnya, Rabu (13/10),rabies juga merenggut dua nyawa warga, Nyoman Jasa, 40, warga desa Baturiti,Tabanan dan Made Mudastra, 20, dari Karangasem, sebuah kabupaten di ujung timur Bali. Dari informasi yang diberikan Puskesmas Baturiti ke RSUP Sanglah, anjing yang menggigit Nyoman Jasa juga menggigit sejumlah warga lainnya.

Korban tiba di RSUP Sanglah Rabu (13/10) dan malam harinya nyawanya sudah tidak tertolong. Sedangkan korban Mudastra memiliki riwayat digigit anjing setahun lalu. “Tapi lagi-lagi luka gigitan anjing itu tidak dibersihkan, apalagi meminta vaksin ke rumah sakit,”ungkap Ken. Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Sutedja yang dihubungi terpisahmengatakan,daritotaljumlah korban rabies 101 warga, 42 di antaranya dinyatakan positif rabies dari hasil pemeriksaan laboratorium.

“Ini sudah sangat mengkhawatirkandanbisaberdampakburuk bagi pariwisata Bali, ”katanya. Banyaknya korban rabies, kata dia, karena jumlah kasus gigitan anjing masih sangat tinggi. Sejak awal tahun hingga September, gigitan anjing sudah mencapai 37.901 kasus. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan tahun lalu di mana kasus gigitan anjing pada tahun 2009 sebanyak 21.806. Di sisi lain, dari hasil surveillance yang dilakukan pihaknya, anjing yang positif rabies jumlahnya makin meningkat.

Dengan temuan itu, dia memperkirakan jumlah anjing di Bali lebih banyak dari populasi yang tercatat resmi sebanyak 447.966 ekor. “Sebuah kantor yang pegawainya 100 orang, ternyata memiliki anjing 160 ekor. Ini artinya satu orang bisa memiliki 3–4 ekor anjing,”ungkapnya. Sutedja mengaku kesulitan menyadarkan warga yang terlanjur menganggap anjing sebagai bagian dari gaya hidup. Apalagi, sebagian besar orang Bali masih memiliki kepercayaan kuat anjing yang mereka miliki akan membawanya ke surga,jika mati kelak.

Dia mencontohkan, hampir semua warga Bali yang sedang menggelar ritual adat mempercayai anjing yang ikut berkumpul di sekitar lokasi upacara dan terus menggonggong sebagai pertanda baik.“Tapi dalam situasi sekarang ini kan membahayakan.

Apalagi jika digigit,mereka juga tidak mau membersihkan lukanya dan meminta vaksin,”ungkap Sutedja. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Bali Putu Sumantra mengaku terus menggencarkan vaksinasi anjing, salah satu tempat yang dituju adalah kawasan obyek wisata guna menghindari terjadinya kasus gigitan pada wisatawan.
      

 

0 komentar:

Poskan Komentar

Gembel Pecinta Alam