English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Singo
Photobucket



...WUJUDKAN INDONESIA HIJAU KEMBALI...
KEMBANGKAN KREASIMU-KIBARKAN PRESTASIMU


This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Rossi: Ducati Sangat Mengecewakan


Valentino Rossi kecewa dengan hasil yang ia raih pada kualifikasi GP Portugal, Sabtu (30/4/2011). Berharap minimal bisa menyamai apa yang dicapai pada sesi latihan bebas, "The Doctor" justru terpuruk ke posisi kesembilan sehingga harus start dari baris ketiga pada balapan hari Minggu (1/5/2011).
Kami sangat marah dengan performa sore ini, terutama mengenai posisi, karena target kami adalah bertarung untuk menempati baris kedua, sekitar tempat kelima atau keenam, dan kami punya potensi kemarin
-- Valentino Rossi
Padahal, selama tiga kali latihan bebas, Rossi selalu berada di urutan lima besar. Bahkan pada dua latihan terakhir, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut selalu berada di urutan keempat. Tetapi saat kualifikasi, persoalan bagian depan motor menjadi kendala sehingga dia gagal mewujudkan ekspektasinya dan Ducati.
"Kami sangat marah dengan performa sore ini, terutama mengenai posisi, karena target kami adalah bertarung untuk menempati baris kedua, sekitar tempat kelima atau keenam, dan kami punya potensi kemarin," kata Rossi.
"Tetapi hari ini saya tidak bisa membalap dengan cara yang lebih baik. Saya memiliki sebuah masalah dengan bagian depan. Ketika saya mencoba untuk mendorong lebih lagi, saya terlalu banyak pada batas dengan bagian depan motor. Jadi kurang lebih masalahnya tetap sama dan sayangnya, saya tidak bisa membuatnya lebih baik. Jadi, besok balapannya akan sulit karena memulainya dari baris ketiga," ujarnya.
Rossi mengakui, dia telah membuat beberapa kemajuan menjelang akhir sesi kualifikasi. Akan tetapi, masih diperlukan beberapa terobosan jika Ducati ingin memiliki kesempatan untuk kompetitif.
"Pada akhirnya kami membuat modifikasi untuk mengeset dan saya bisa memperbaiki perasaan dan juga catatan waktu putaran, tetapi belum cukup," ujar Rossi. "Kami perlu membuat langkah lain seperti ini untuk mencoba meraih sebuah hasil bagus."
Sementara itu, rekan setim Rossi, Nicky Hayden, yang menempati posisi ke-13 pada kualifikasi, mengatakan bahwa motornya terlalu sensitif dengan kondisi cuaca yang lebih dingin hari ini. Padahal, mereka juga sudah mengalami kesulitan dengan performa ban.

Lorenzo dan Simoncelli Terlibat Perselisihan


ESTORIL, GePA — Jorge Lorenzo dan Marco Simoncelli terlibat perselisihan. Hal tersebut terjadi akibat kritikan yang dilontarkan Lorenzo pada awal pekan ini yang menyebutkan bahwa gaya membalap Simoncelli terlalu agresif.
Semua orang tertawa, tetapi itu tidak lucu karena kami bermain dengan hidup kami
-- Jorge Lorenzo
Lorenzo memberikan bukti ketika mereka bertarung ketat pada tahun lalu pada seri terakhir di Valencia. Menurut pebalap Yamaha tersebut, apa yang disebutkannya itu (gaya membalap yang agresif) juga dikeluhkan oleh sejumlah pebalap MotoGP.
Namun, apa yang dikatakan Lorenzo itu tak diterima oleh Simoncelli. Pebalap Italia ini pun memberikan "serangan balasan" saat jumpa pers usai kualifikasi GP Portugal, Sabtu (30/4/2011), terhadap Lorenzo, yang mengalahkannya dalam perebutan posisi terdepan untuk balapan hari Minggu (1/5/2011) di Sirkuit Estoril.
"Saya membaca sesuatu yang ia katakan tentang gaya membalap saya. Namun bagi saya, dia telah mengatakan sesuatu yang salah karena dia mengatakan bahwa tahun lalu di Valencia saya menyenggolnya dan dia hampir jatuh. Hal itu tidak benar karena saya berada di depan. Dia berusaha untuk melewati saya dan dia membuat sebuah kesalahan. Bagi saya, itu adalah contoh yang tidak tepat," ujar Simoncelli.
Namun, Lorenzo langsung membalas dengan tegas dengan mengatakan, ia sadar dengan apa yang diungkapkannya itu dan cara membalap Simoncelli yang terlalu agresif tersebut juga dikeluhkan oleh sejumlah pebalap lain.
"Saya kira, kemarin saya mengungkapkan kata-kata yang benar. Bagi saya, itu bukan masalah. Jika tidak ada yang terjadi di masa depan, itu tidak masalah. Kita akan melihat apa yang terjadi di masa depan," ungkap Lorenzo sambil menunjuk Simoncelli.
"Saya pikir Anda telah banyak bersenggolan dengan banyak pebalap. Berapa banyak balapan yang saya tidak jatuh atau bersenggolan?"
"Ini pendapat Anda, tetapi saya rasa banyak orang di sini, di paddock, dan kebanyakan pebalap memiliki pendapat yang sama seperti saya. Tanyakan saja kepada (Andrea) Dovizioso, misalnya. Atau kepada (Hiroshi) Aoyama."
"Jika di masa depan tidak ada yang terjadi, itu bukan masalah. Tetapi kalau ada sesuatu yang terjadi pada Anda pada masa mendatang, itu akan menjadi masalah."
Perseteruan itu menimbulkan tawa, terutama di kalangan media. Namun, Lorenzo menganggapnya serius sehingga dia tak ingin pertengkaran itu dianggap sepele.
"Semua orang tertawa, tetapi itu tidak lucu karena kami bermain dengan hidup kami," ujar Lorenzo. "Kami melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam dengan motor yang sangat berat dan sangat bertenaga. Ini bukan sepeda mini. Ini olahraga berbahaya dan Anda harus berpikir tentang apa yang Anda lakukan."
Ketika ditanya apakah ia akan merasa nyaman karena ada potensi bertarung ketat dengan Simoncelli pada balapan nanti, Lorenzo mengatakan, ia gembira dan siap menghadapi duel sengit tersebut–Simoncelli akan start dari posisi kedua.
"Tidak apa-apa, saya siap bertarung dengan para pebalap lain," ujarnya.
"Saya tidak senang bertarung dengan tidak bersih. Saya terlibat kecelakaan dengan (Alex) de Angelis di Jepang dan ia jatuh karena kesalahan saya. Namun dari waktu ini dan seterusnya, saya sudah mencoba untuk membalap dengan bersih."
"Saya bisa membuat kesalahan karena saya manusia. Tetapi ketika saya membalap, saya berpikir dua kali. Saya tidak menuruti kata hati karena itu satu hal yang berhubungan dengan kesehatan Anda dan juga dengan kesehatan pebalap-pebalap lain."